Selasa, 11 November 2008

Thanks to Indonesia Channel 2008

بسم الله الرحمن الرحي

Sebenernya postingan kali ini mau gua publish minggu lalu, tapi berhubung ada berita yang lebih hot dan mendesak untuk di publish (Puting Beliung UGM), jadi ini tulisan terpaksa musti di postpone dulu. But never mind, here the time..!!

Last weekend adalah salah satu hal yang ngebuat gua seneng banget pernah berada di Jogja. Yup, here, when science meets culture katanya jargonnya mah. Jadi ceritanya gua di outsource (atau direkrut? Ah, biar aja outsource lah biar keliatan professional, hehe) sama temen gua, Pandu, yang bapaknya orang Deplu, untuk jadi panitia di sebuah acara yang diadakan oleh Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. Acara ini bertajuk Indonesia Channel 2008.

Indonesia Channel itu sendiri merupakan salah satu bagian dari program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia atau Indonesian Arts and Cultures Scholarship dimana Deplu memberikan beasiswa kepada 50 orang yang berasal dari 29 negara di seluruh dunia untuk belajar berbagai kesenian dan budaya Indonesia selama tiga bulan. Pesertanya bener-bener hampir merata dari seluruh dunia, lho. Meskipun paling lengkap emang dari negara tetangga (negara-negara ASEAN dan Australia), tapi ada juga peserta yang dari USA, UK, China, Jepang, Korea, Azerbaijan, Fiji, Tonga, India, Samoa, Belanda, Solomon, Nauru, Tuvalu, New Zealand, sampe South Africa Mereka semua ditempatkan di sanggar-sanggar seni yang terdapat di empat kota; Jogja, Bali, Bandung, Solo.

Nah, acara Indonesia Channel ini merupakan malam penutupan program BSBI itu dimana mereka harus perform dan show up segala kesenian dan budaya yang telah mereka dapet dan pelajarin di Indonesia. Acaranya diadain di salah satu gedung kesenian terbesar di Jogja yaitu Taman Budaya Yogyakarta, dan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri RI, Duta Besar dan pejabat Kedutaan, tamu undangan, dan mahasiswa di Jogja yang hampir semuanya mengambil jurusan Hubungan Internasional. Oh ya, posisi gua dalam kepanitiaan ini sebagai Usher atau penerima tamu yang mana jobdescnya adalah ya menerima dan menyambut tamu-tamu yang dateng.

Mengenai acaranya?? Very very super duper totally keren mantabs bin outstanding and great binti awesome and impressive maknyuuuuss!!! Sungguhan, sumpah mati deh sodara-sodara, keren banget ini acara. Jujur, inspite of tingkat ke-lebay-an gua yang mungkin udah masuk dalam stadium 4, mungkin ini menjadi pertunjukan paling mengesankan yang pernah gua liat seumur hidup. Ribuan penonton yang memadati Taman Budaya Yogyakarta berkali-kali dibuat terpesona oleh penampilan para bule gokil ini. Berkali-kali penonton dan undangan harus memberikan teriakan meriah bahkan standing applause atas suguhan mereka. Megahnya panggung dan kilauan efek lampu menambah solidnya acaranya ini.

Mereka layaknya seorang expert yang menampilkan berbagai macam kesenian dan budaya Indonesia asli yang gua sendiri banyak yang gak tau namanya. Dari mulai tari-tarian tradisional yang pake kolaborasi musik kaya Janger (Bali), Getuk (Jawa), sama Bangbung Ranggek (Sunda) mereka sajikan secara sempurna, meskipun cowo-cowonya banyak yang kagok, tapi malah jadi kocak abis gerakannya. Trus mereka dengan lihai dan perfecto memainkan alat music seperti Angklung Arumba, Gamelan, dan Rampak Kendang. Abis itu mereka nyanyi, keren banget, nyanyi lagu-lagu daerah termasuk Rasa Sayange (dari Maluku bukan Malaysia) dengan luar biasa merdu. Satu hal yang membuat penonton terpukau dan terkocok perutnya adalah aksi dari seorang peserta dari Kamboja (yang bilangnya ke gua merupakan finalis idol di Kamboja dan taun depan secara kontroversial mau ikut Indonesian Idol), Kong Sotearith, yang tiba-tiba menyanyikan lagu PUSPA (ST 12). Hahaha, lucu banget, meski logatnya agak maksa, tapi suaranya nice dan ekspresinya dasyat abis plus bikin lemes.

Masih banyak lagi penampilan-penampilan eksotik dan menghibur yang gak bisa gua inget satu-persatu, diantaranya ada peragaan pencak silat, tarian batik, beberapa sendratari, sampe main wayang. Selain itu para penonton juga dihibur oleh penampilan Yovie & Nuno dan Paduan Suara Mahasiswa UGM. Sekali lagi decak kagum tak henti-hentinya tercurah untuk mereka para performer. Closing performance pun dikemas sangat cantik, sebuah puisi manis untuk semua peserta yang amat merepresentasikan bahwa kita semua bersaudara meski berasal dari suku dan negara yang berbeda.

Satu kekaguman sekaligus pelajaran yang terbesit di hati gua adalah bagaimana mereka bisa bener-bener total menampilkan semua yang notabenenya bukan kesenian atau budaya asli mereka. Sungguh, mereka terlihat begitu menikmati dan mencintai budaya kita, bermain gamelan dan menari dengan semangat 45, bernyanyi dengan terus tersenyum dan tertawa, mereka bener-bener seperti mencintai Indonesia. Bahkan saat closing performance mereka semua bareng-bareng bilang "Aku Cinta Indonesia". huhu. jadi terharu. Pokok'eThey act as if they perform their own arts and cultures.Bagaimana dengan kita? Gua? Hahaha.. Boro-boro deh gua mah. Paling banter cuma bisa maen Bonang sama Gong, itu juga waktu SD, udah lupa lagi, parah deh. Jadi malu sendiri.

Bambangan Cakil

Angklung n Arumba Performance

Before Closing Performance

with Thabo from South Africa

with Wayne from Fiji

Usher n Lee Su Jung from Korea

with Bryan from USA

The Usher

Thanks buat Pandu yang udah ngajak gua untuk ikut acara keren ini..

and Thanks to Indonesia Channel 2008...
Yes, coz We are the World...

Efek nyata: gua jadi mau menelusuri lebih dalam keeksotikan dan keunikan berbagai budaya dan kesenian di Jogja. Target I: ikut les nge-batik, dateng Jogja Fair, n dateng Pesona Pangan Nusantara Jogja. ^,^

Jumat, 07 November 2008

UGM Berduka

بسم الله الرحمن الرحيم

“Angin kencang hanya sekitar 5 menit menyapu kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Namun kekuatan angin telah memporak-porandakan kampus biru itu. UGM pun hampir tak berbentuk.”

Begitulah kata-kata yang gua kutip dari situs berita yang menurut gua paling up-to-date di negeri ini: detik.com. Sedikit, atau bahkan kelewat berlebihan emang. Tapi sungguh, cukup mengerikan. Suasana cukup mencekam. Kampus Biru berduka!! Hiks..T..T

Hari ini kampus gua, UGM, menjadi korban ganasnya angin puting beliung. Sekitar jam tiga sore tadi, hanya sekitar 5-10 menit angin itu bisa meluluh lantahkan beberapa bagian dari universitas tertua di negeri ini (Hmm,, mungkin gara-gara UGM itu kampus tertua kali ya, jadinya gampang lumpuh kena angin (??)) . Puluhan pohon besar tumbang sampe ke akar-akarnya dan meniban banyak mobil dan motor, genteng-genteng, baliho, reklame, dan atap ambruk beterbangan, jaringan listrik dan internet putus, beberapa bangunan ambruk, dan tidak lupa menelan korban jiwa maupun benda.

Sulit dijelaskan dengan kata-kata, maka biarkan gambar yang berbicara:


Gedung Graha Sbha Pramana yg merupakan simbol kebesaran UGM dan rancangan Soekarno ini rusak cukup parah di bagian genteng

Ruang kelas di Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang ambruk atapnya (hiks,, kelas gua yg sungguh kokoh n hi-tech ini aja bisa ancur)

Kalo gak salah di jalan sekitar fakultas teknik

Koperasi Mahasiswa UGM

Komplek Dosen UGM

Parkir mobil FEB (beberapa dosen gua mobilnya ketiban pohon)

deket gelanggang

pohon gede deket GSP tumbang

Lampu di depan FIB ambruk

Mohon doanya ya!!! Semoga ga banyak menghambat aktivias di UGM..

Hmm,, begitu lemahnya manusia, ya gak kawan-kawan? Semoga bisa menjadi peringatan buat UGM dan kita semua..

Sekali lagi,, condolences to the blue campus!!

Jumat, 12 September 2008

Bila Mereka ke Jogja

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum...

Hhmmm.. Ceritanya ini baru balik main futsal. Tadi anak-anak 2007 lawan 2008. Mainnya dua jam. Skornya ga diitung, tapi kayanya anak-anak 2008 menang deh, soalnya mereka cadas-cadas banget mainnya, kakinya cepet-cepet, lincah. Mungkin dikarenakan mereka masih muda-muda. Belum merasakan kerasnya dunia FEB, hahaha lebai. Tapi yang penting tadi gua bikin satu gol. Cukup indah pula golnya.

Sekarang di kamar. Kaki pegel semua serasa abis ikut maraton. Mau refleksi tapi pasti udah tutup. Akhirnya cuma bisa tidur-tiduran ga jelas di kamar. Bukannya ga ada kerjaan sih, tapi gua bingung apa yang harus dikerjain duluan. Niatnya mau nyicil tugas-tugas buat minggu depan sih, secara kuliah gua sekarang hectic banget (hampir ga ada mata kuliah hiburan lagi), tapi ya gimana lagi, laptop ga sengaja kepencet, eh akhirnya nyala deh, trus ngetik-ngetik ga jelas deh. hahaa.

Malem ini kos-kosan sepi banget. Ga tau pada kemana. Oiya, ada berita duka, nih. Si Ryan, hamsternya temen kos gua, tadi pagi baru aja tutup usia. Beliau wafat dengan cukup misterius. Kepalanya bolong gitu. Mungkin telah terjadi pertengkaran hebat gara-gara beberapa hari ga dikasih makan oleh empunya, sehingga secara sporadis mereka berubah menjadi kanibal. Ga disangka juga sih Ryan yang selama ini paling enerjik dan bugar malah meninggalkan temen-temennya lebih awal. Yah, namanya juga takdir. Trus si Ucok uler kesayangan temen kos gua juga udah dijual ke seorang penggila uler di Jogja. Yah, agak sepi juga sekarang ga ada Ryan sama Ucok.

Di tengah sepinya malam (ggrrrr), gua jadi kepikiran sama temen-temen gua yang pernah ngunjungin gua selama gua di Jogja. Pasti rame banget dah kalo sekarang mereka ada di sini. Tidur di kos gua, jalan-jalan sambil hunting makanan, trus ngobrol-ngobrol ampe pagi, hahaha.. seru-seru. Honestly, gua seneng dan bersyukur banget selama setahun di Jogja, udah cukup banyak orang-orang yang main ke sini. Ya meskipun gua yakin tujuan utamanya bukan untuk ketemu gua, tapi ga jarang kok yang akhirnya numpang tidur di kamar gua yang ukurannya 4x4 ini (yayayaya). Paling seru kalo udah pada nanya jalan, tempat wisata, makanan, atau lain-lainnya tentang Jogja, gua paling demen, soalnya gua jadi ngerasa paling tau segalanya, meskipun lebih sering sok tau, ahaax ^,,*

Jadinya, postingan kali ini khusus gua dedikasikan untuk mengenang orang-orang yang pernah mengunjungi gua di Jogja. Sedikit mengenang aja sih. Semoga mereka ga bakal lupa sama gua, eh sama Jogja maksudnya.

Kirun

Nih dia bocah yang pertama kali maen ke Jogja. Kalo ga salah waktu itu dia dari Depok sekalian mau ke Surabaya, jadinya mampir dulu di Jogja. Cuma semalem, soalnya kepepet kuliah. Tidur (numpang) di kamar gua. Ga sempet kemana-mana juga, berhubung waktu itu gua lagi UTS. Cuma kita ajak makan di Dapur Jenky yang jargonnya oke punya; Rumah Makan Segala Jaman. Pagi-paginya makan gudeg yang penyajiannya cukup primitif. Siangnya ke Amplas sama Dani, eh dasar sial emang, sempet ketilang pula lagi. Sorenya langsung pulang.

Danar Jijad

Ini anak dateng momentumnya pas banget, tepat malem tahun baru masehi. Tidurnya juga (n**u*m**pa**n*g) di kamar gua. waktu itu si Dani lagi sakit, jadinya gak bisa ikut menyambut sang tamu agung. Sore-sore kita ajak jalan-jalan muter-muter UGM. Malemnya makan burung dara di lesehan. Tengah malemnya? Ini yang rada sial. Niatnya sih mau ke alun-alun kidul, tapi ternyata jalan kesono macet abis, sampe diblokir polisi. Keadaan diperparah dengan kempesnya ban motor gua (motor Dani), sehingga si Jijad harus rela menghabiskan tengah malam yang indah dengan muter-muter nyari tempat pompa ban. Trus pulang. Di kamar gua ngobrol sampe (hampir) pagi. Besoknya jalan-jalan beli bakpia, sorenya pulang deh.

Fajrie, Hasan, Vian, Dhay, Mia

Nah ini dia yang paling kisruh. Bayangpun saja sodara-saodara, pagi-pagi gua jemput di Stasiun Tugu ga ketemu. Ternyata eh ternyata mereka udah nongkrong di Malioboro bagaikan grup keroncong amatiran yang mau manggung. Mereka cukup lama juga, tiga hari di Jogja. Fajrie, Hasan, sama Vian lagi-lagi nginep di kamar gua, Dhay sama Mia kita asingkan ke hotel daerah Malioboro. Jadwal mereka di Jogja padat juga. Hari pertama kita ke Prambanan (inilah pertama kalinya gua Prambanan),ke Mirota batik, malemnya makan lesehan di Malioboro dengan harga turis. Besoknya kita ke Monumen Jogja Kembali, Benteng Vredeburg, sambil jalan-jalan sore di Malioboro. Sorenya ke Taman Sari naik becak. Sempet ada sedikit konflik antara sesama abang becak hanya demi memperebutkan penumpang seperti kami-kami ini. Untunglah ga terjadi pertumpahan darah.


Malemnya kita ke Kampung Kauman, trus makan gudeg paling enak seantero Jogja. Malemnya lagi kita-kita ke pameran kesenian Jogja, sial sungguh sial, pertunjukan malem itu ternyata dangdut, walhasil hanya Fajrie lah yang senang. Menjelang tengah malam, harusnya kita pulang. Tapi berhubung ga dapet Trans Jogja terakhir gara-gara nungguin Hasan ke WC, akhirnya kita kongkow-kongkow ga jelas di deket istana presiden. Ngobrol ngalor ngidul sembari mengomentari hal-hal aneh di sekitar. Sungguh mati gua mau tepar itu malem, tapi batere mereka rasanya masih full. Akhirnya jam 23.30 pulang. Pulangnya naik taksi misterius. Sopirnya kayanya setan jadi-jadian deh, yang diomongin Cuma setan, jin, pocong, dkk.

The last day, kita nonton di Movie Box, makan bakso, trus ke Museum Afandi. Oiya, Trans Jogja selalu menjadi moda transportasi favorit kita. Abis itu ngeborong oleh-oleh di Malioboro dan bakpia center. Akhirnya, hal yang paling tidak diinginkan pun tiba, mereka musti pulang. Pulangnya naik kereta bisnis. Hmmm.. seru juga tuh tiga hari waktu itu. Tapi sayang perjalanan indah mereka harus dinodai dengan hilangnya HP Vian di Monjali. yo wes,, buruan maen sini lagi dah pada ya!! T..T

Nadia

Ceritanya dia waktu itu lagi ada konferensi dan pertemuan ilmiah mahasiswa Arkeologi tingkat nasional yang diadain di UGM. Nah, si Nad-Nad ini ceritanya lagi jadi wakilnya UI. kita cuma ketemu sebentar sih, soalnya jadwal dia juga padat. Walhasil kita cuma makan gudeg terenak seantero Jogja, ke kampung Kauman, sama ke Vredeburg. Eh iya, pas lagi jalan-jalan malem di alun-alun utara lagi ada konser Dewa sama Andra n de Back Bone. Rame pisan euy!!

Kirun (lagi-lagi)

Ini bocah emang paling demen ke Jogja. Cuma bedanya yang ini 3 hari. Hari pertama ke alun-alun minum kopi arang (hueeeekkkzzz). Hari keduanya cuma maen bulu tangkis sama berenang. Nah hari ke tiganya kita ke pantai Depok. Inilah pertama kalinya gua ke pantai selama di Jogja. Di pantai kita maen air, trus makan ikan bawal sama kerang ampe kembung dasyat. Malemnya nonton 21, filmnya “Sebelah Mata”, oke juga sih tuh film. Dan malemnya beliau harus pulang naek kereta. Keretanya ngaretnya ga tanggung-tanggung, hampir satu stengah jam.

Fadhil Habibie

Dia ini adek kelas gua di Smansa. Jadi waktu itu ceritanya Fadhil lolos sebagai finalis olimpiade matematika tingkat nasional yang diadain UGM, tapi gara-gara sama pihak penyelenggara ga dikasih hotel, dia dengan bangga merasakan tidur di kamar gua. ^,^. Ga sempet kemana-mana sih, Cuma gua ajak makan lesehan sore paling enak seantero Jogja.

Nyssa Salsabila

Ni temen gua yang sekolahnya di Al-Qalam, sekarang di Insan Cendekia. Waktu ke Jogja dia lagi tour sama sekolahnya. Kesenengan kayanya dia ngeliat Jogja. Kita cuma ketemuan di Mal Malioboro. Biz itu dia gua traktir makan gudeg yang rasanya sumpah biasa banget (bilang apa kau, nis?). Trus gua disuruh jadi guide ni anak shopping di Malioboro. Ke tempat Dagadu Asli. Nawarnya ga kira-kira, sadis bener. Kalo gua jadi penjual mending gua usir aja nih anak, hehe.  Bis itu gua dikasih oleh-oleh gantungan kunci sendal yang sekarang udah ilang. -.-

Yup, mereka-merekalah yang telah tercatat dalam sejarah orang-orang yang pernah mengunjungi gua di Jogja. Standing applause, lah!! Sebenernya masih banyak sih, kaya Bu Lailan dan Bu TM yang pernah ngejenguk gua juga, ditraktir pula. Selain itu gua pun yakin masih banyak temen-temen yang pernah ke Jogja namun sayang kurang beruntung karena ga ketemu sama gua, hehe. Oke lah, sekali lagi saia berterima kasih buat semua atas kunjungannya. Semoga ga bosen dan menyenangkan. Lalu, bagaimana dengan anda? Sudahkah anda ke Jogja?

Rabu, 27 Agustus 2008

Heppi B'day, Mom...

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamualaikum...

Suatu ketika...

Seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan,

"Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil dan lemah." kata si bayi.

Tuhan menjawab, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu."

"Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia." demikian kata si bayi.

Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia."

Si bayi pun bertanya kembali, "Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?"

Sekali lagi Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

Si bayi pun masih belum puas, dan ia pun bertanya lagi, "Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?"

Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun."

Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, "Tapi Tuhan, saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi."

Dan Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu."

Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang bayi dengan suara lirih bertanya,

"Tuhan... jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?"

Tuhan pun menjawab, "Kamu dapat memanggil malaikatmu...."

"IBU"


Dedicated to My Mom, on her 48th b'day (August, 26th, 1960 -- August, 26th, 2008)

Thanks for giving such a great love to me...

Sumber cerita: Video dengan judul "My Mom is My Angel" yang dikasih Mas Yano dua bulan lalu

Kamis, 14 Agustus 2008

Penghuni Baru

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamualaikum...

Sekarang, Kampung Kuningan, blok G8, Karang Malang, Jogja, punya penghuni baru. Bukannya mahasiswa, bukan sedulurnya ibu kos juga, apalagi cucu pertamanya (kalo yg ini bentar lagi, coz menantunya ibu kos udah hamil lima bulan). Mereka kayanya juga gak bakal bayar uang kos, soalnya tinggalnya numpang di kamar Sony (Akuntansi UGM 2005) sama kamar Kiki (Filsafat UGM 2006). Singkatnya, mereka semua bukan orang, melainkan mahluk-mahluk unik peliharaannya temen kos gua.

Okeh, kos-kosan gua sekarang emang lagi rame banget sama yang namanya hewan peliharaan. Berawal dari si Sony yang dua minggu lalu lagi jalan-jalan di Sunday Morning (pasar tumpah di UGM setiap Minggu pagi). Entah mimpi apa itu bocah, waktu lagi nyan-mor (bahasa kerennya kita-kita yang jalan-jalan di Sunday Morning) tiba-tiba aja dia pulang bawa empat ekor hamster. Harganya Rp 30.000,- empat ekor. Dia juga beli akuarium gede buat kandangnya, beli serbuk kayu buat lantainya, beli mainannya (komidi puter sama jungkat-jangkit), wortel, sama botol minum mungil. Sony tak lupa menata dan menghias kandangnya secantik mungkin, sampe-sampe dia pajang potonya gede-gede dengan tujuan para hamster akan selalu mengingat jasa-jasa dan kebaikan si empunya (walaaah, cah edan!!)

Maka yang terjadi terjadilah. Si Sony udah nganggep hamster-hamsternya kaya anak-anaknya sendiri. Sering diajak ngobrol dan becanda. Bahkan hal yang paling ekstrem kalo Sony baru nyampe kamar, dia selalu bilang “Papa pulang..papa pulang, anak-anak!!”. Oiya, gua belom ngenalin nama-nama hamsternya. Yang pertama yang paling agresif, gak bisa diem, pemakan dan penggigit segala sesuatu, namanya Ryan. Si Ryan ini paling gak bisa ngeliat suatu benda dideketin ke mulutnya. Apa aja pengen dia caplok, jagal, bahkan dimutilasi kalo perlu (haha leebay!!). Gak cuma wortel, poto empunya, kuaci, batang pohon, sampe tangan gua pun pernah jadi korban keganasannya. Maka oleh sebab itulah dia diberi nama Ryan.

Yang kedua yang putih mulus namanya Sumanti. Sumanti ini biar dikata bersih nan cantik juga agak ganas. Tapi gak seganas Ryan, sih. Paling banter dia pernah gerogotin kunci kamar gua. Tangan gua pun pernah disosor sama dia sampe bedarah, sebagai tanda balas dendamnya pun leher si Sumanti langsung gua cekek trus gua jatohin dari ketinggian kira-kira dua puluh kaki hamster (Heeehhh,,, nyahoo, lu!!). Yang ketiga namanya Sutiyem. Sutiyem ini biasa-biasa aja, hampir gak ada yang spesial. Pokoknya manut-manut aja. Datar. Kayanya sih agak-agak cemburu gara-gara Ryan sering main sama si Sumanti.

Yang terakhir yang paling buluk mirip tikus namanya Joko. Joko lebih parah dari si Sumanti - yang meskipun manut - manut aja tapi masih sering olahraga main komidi puter. Joko lebih sering ngerem di pinggir dan termenung bermuhasabah sendirian di kandang. Jarang ikut main, jarang makan, apalagi ngomong. Kondisinya semakin memprihatinkan. Ada beberapa hipotesis, mungkin dia trauma ngeliat poto si empunya yang dipajang gede-gede di pojok, atau minder sama temen-temennya yang lebih good-looking, atau jangan-jangan kena penyakit hepatitis yang akhir-akhir ini lagi marak di Jogja. Ah, gak taulah.

Dan di tengah-tengah para hamster yang menjadi hiburan kami, si Kiki tiba-tiba bikin sensasi. Ooohh,,it was obviously shocking me!!! Si Kiki baru aja dari Pasar Ngasem (Pasar hewan terbesar di Jogja yang menjual macam-macam hewan dari berbagai bangsa, mulai dari iguana, kucing persia, sampe kura-kura 1,5 juta yang jalannya kaya robot). Dan taukah sodara-sodara? Dia beli uler. Entah ini cobaan atau bukan, gua harus tinggal satu atap dengan salah satu mahluk yang paling gua takutin sejak kecil – uler. Oh, no!!

Si uler dianugerahi nama Ucok. Si Ucok ini termasuk jenis uler pelangi yang warnanya item, panjangnya kira-kira satu meter (gede ajah), rada gendut, dan makanannya kodok. Biarpun si Ucok ini katanya udah jinak dan gak punya taring, tapi tetep aja setiap gua berpapasan dengan si Ucok, dia selalu menatap gua dengan tatapan kurang bersahabat dan bikin gua panas dingin mendadak. Ya ampun, salah apa gua cok sama elu?? Dan yang paling parah adalah si Ucok cuma dimasukin akuarium doank tanpa ditutup apapun. Itu berarti kapan saja dengan senang hati si Ucok bisa menyusup ke kamar gua lalu mencokot dan melilit salah satu anggota tubuh gua. Oh jangan, cok!!

Yah, begitulah kos-kosan gua belakangan ini. Kalo kita-kita lagi kumpul, pasti si Ryan, Sumanti, Sutiyem, Joko, sama Ucok ngikut kumpul. Gua pun mulai terobsesi untuk punya hewan peliharaan. Udah sempet ada beberapa ide dan masukan, diantaranya ikan cupang, iguana, sama burung pipit yang disepuh warna-warni itu. Hmmmm,,,apa ya yang asik? Atau, ada yang punya ide?